Jumat, 16 Januari 2015

contoh produk dan jasa perbankan



a. Produk Kredit Pasif, yaitu:



1. Giro

Rekening Giro adalah rekening yang uangnya bisa diambil setiap saat, di mana rekening ini dilengkapi fasilitas pembayaran dengan cek dan giro bilyet. Bila Anda bertransaksi dengan pihak lain, maka Anda bisa membayarnya dengan menggunakan cek atau giro bilyet.

     CEK


    GIRO BILYET




2. Tabungan

               Tabungan adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya dapat dilakukan kapan saja. Tujuan seseorang dalam menabung di bank bisa dibagi menjadi dua. Pertama, karena ingin benar-benar menabung untuk bisa mengumpulkan sejumlah dana tertentu pada masa yang akan datang. Contohnya seperti menabung untuk bisa membeli kebutuhan tertentu. Kedua, hanya ingin menjadikan tabungan sebagai rekening penampungan, dan bukan untuk benar-benar menabung. Contohnya seperti rekening yang uangnya digunakan untuk membayar belanja bulanan. Nah, di sini fasilitas berupa Kartu ATM dan Kartu Debet baru benar-benar dipakai.
.

      





3. Deposito

Keterangan :
               Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saja. Sebagai contoh, kalau Anda menaruh uang Rp 1 juta pada deposito yang berjangka waktu 3 bulan, maka uang Rp 1 juta tersebut baru bisa Anda ambil setelah 3 bulan berlalu. Tentunya, Anda juga dijanjikan pemberian bunga tertentu yang bisa Anda nikmati pada saat deposito itu jatuh tempo.

b. Produk berupa Jasa Lalu Lintas Moneter, yaitu:
1.      Inkaso (collection)
Inkaso adalah kuasa oleh perusahaan atau perseorangan kepada bank untuk penagihan piutang meupun pembayaran kepada pihak lain (dalam dan luar negeri), baik dalam bentuk rupiah maupun mata uang asing. Atas jasa ini bank mendapat keuntungan sebesar nota inkaso yang telah disepakati.

2. Kartu kredit (credit card)
..
Ket: Kartu kredit adalah alat pembayaran pengganti uang atau cek, yang dapat digunakan untuk membayar pembelian di toko, menginap di hotel, maupun tempat-tempat lain yang menyediakan pelayanan pembayaran dengan kartu kredit tersebut. Secara teknis, kartu kredit berfungsi sebagai sarana pemindah bukuan dalam melakukan pembayaran suatu transaksi
3.  Anjungan tunai mandiri (ATM)

.
  

Keterangan :
 Anjungan tunai mandiri atau authomatic teller machine (Inggris) adalah kartu yang diberikanoleh bank kepada nasabah yang dapat digunakan untuk menarik dana yang dimilikinya dengan cara memasukkan kartu tersebut pada mesin yang tersedia di anjungan tunai mandiri pemilik kartu ATM memasukkan kartunya pada mesin ATM dan untuk pengamanannya, masing-masing nasabah memiliki PIN (personal identification number) yang hanya diketahui oleh yang bersangkutan sendiri. Setelah memasukkan PIN nasabah melaksanakan prosedur sesuai petunjuk dari mesin ATM

makalh sejarah (teori sudra)






KATA PENGANTAR

       Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-nya, serta rasa terima kasih kami kepada guru dan teman-teman yang membantu kami dalam pembuatan  makalah sejarah Indonesia ini tentang teori masuk dan menyebarnya Hindu-Budha ke Indonesia ( teori Sudra ) dapat terselesaikan dengan baik.

          Makalah  ini di buat agar dapat membantu para pembaca untuk lebih mengetahui proses masuknya agama hindu mengunakan beberapa teori , dan teori yang akan kami bahas disini yaitu teori Sudra

          Semoga Makalah ini dapat memberi  manfaat bagi teman-teman yang membacanya. Kami berharap agar para pembaca memberi  saran dan kritk kepada. 

         
I.               
Pendahuluan


Ø Latar belakang
        Agama hindu lahir pada abad ke-6 SM di india begitu juga dengan agama budha. Kedua agama itu saat ini dianut oleh sebagian masyarakat di Indonesia
    Pada awalnya Hubungan pelayaran dan perdagangan antara Indonesia dengan India berpengaruh terhadap masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia. Agama Budha disebarluaskan ke Indonesia oleh para bikshu. Para sejarawan memiliki beberapa pendapat yang berbeda tentang para pembawa agama Hindu ke Indonesia.


Ø Permasalahan
       Berkaitan dengan latar belakangnya, maka masalahnya dapat di identifikasikan sebagai berikut: 
1.     Bagaimana proses awal masuknya agama Hindu di Indonesia?
2.     Apa arti kata dari kasta Sudra ?
3.     Apa pendapat Van feber mengenai Teori Sudra?
4.     Apa alasan para kasta Sudra dating ke Indonesia menurut Van Feber?
5.     Sebutkan pendapat para ahli yang membantah pengertian teori Sudra menurut Van Feber?


II.           Pembahasan

v Masuknya Agama Hindu di Indonesia
Agama Hindu diperkirakan masuk ke Indonesia sejak awal abad pertama melalui hubungan dagang dengan India. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya kegiatan perdagangan di sepanjang pantai Kalimantan Timur, Bali, dan Jawa Barat. Selain itu, pengaruh agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia juga dibuktikan dengan adanya prasasti yang ditemukan di Muara Karam, Kutai, Kalimantan Timur.
Ada beberapa teori yang dikemukakan para ahli tentang golongan pembawa pengaruh Hindu di Indonesia dan kali ini kami membahas tentang teori Sudra
Teori Sudra
Kata Sudra ini berarti pekerja keras. Teori ini dikemukakan oleh Van Faber yang menyatakan bahwa agama hindu dibawa oleh para budak atau orang buangan yang berkasta sudra ( tawanan perang ) yang dibuang dari India ke Nusantara.
Teori ini dianggap lemah karena pada dasarnya kebudayaan hindu bukanlah milik dan cakupan kasta mereka karena kasta mereka dianggap sebagai kasta yang paling rendah karena mereka merasa tersisih dan hanya hidup sebagai budak dan  kebudayaan Hindu ini juga dianggap terlalu tinggi untuk mereka.
 
             Van Faber berpendapat bahwa  Orang India berkasta Sudra (pekerja kasar) menginginkan kehidupan yang  lebih baik,  daripada mereka tinggal menetap di India sebagai pekerja kasar bahkan tak jarang mereka dijadikan sebagai budak dari para majikan sehingga mereka pergi ke daerah lain bahkan ada yang sampai ke Indonesia untuk mendapat kedudukan yang lebih baik dan lebih dihargai.


Beberapa ahli membantah pendapat Van Feber, dan bantahannya itu yaitu:

Ø         Golongan Sudra tidak menguasai seluk beluk ajaran agama Hindu sebab mereka tidak menguasai bahasa Sansekerta yang digunakan dalam Kitab Suci Weda (terdapat aturan dan ajaran agama Hindu). Terlebih tidak sembarang orang dapat menyentuhnya, membaca dan mengetahui isinya.

Ø         Tujuan utama golongan Sudra meninggalkan India adalah untuk mendapat penghidupan dan kedudukan yang lebih baik (memperbaiki keadaan/kondisi mereka). Sehingga jika mereka ke tempat lain pasti hanya untuk mewujudkan tujuan utama mereka bukan untuk menyebarkan agama Hindu.

Ø         Dalam sistem kasta posisi kaum sudra ada pada kasta terendah sehingga tidak mungkin mereka mau menyebarkan agama Hindu yang merupakan milik kaum brahmana, kasta diatasnya. Jika mereka menyebarkan agama Hindu berarti akan lebih mengagungkan posisi kasta brahmana, kasta yang telah menempatkan mereka pada kasta terendah.












III.   Penutup

v KESIMPULAN

Ada beberapa Teori yang membahas tentang masuk dan menyebarnya agama Hindu-Budha ke Indonesia, dan masing-masing dari teori tersebut juga memiliki kelemahan baik itu dari bukti-bukti yang ada maupun alasan-alasan yang tidak kuat.







v SARAN
Diharapkan kepada setiap para pembaca agar mengerti dengan materi yang kami bahas di makalah ini,dan dpat membantu dalam proses belajar mengajar, seta diharapkan juga untuk memberikan saran tentang kekurangan-kekurangan yang masih ada di makalah ini.